Pages

Minggu, 06 Juni 2010

Pengaruh Cekaman Panas Ayam Broiler Awal Periode "Starter" terhadap Suhu Tubuh serta Dampaknya terhadap Performans Umur 2-3 minggu

Program Studi Produksi Ternak September 2005

(The Effect of Heat Exposure on Broiler Chicken at Early Starter Period to Body
Temperature and Their performance at 23 weeks old)

IRMA PUJI YUSWANING. H2B 000 039. 2005.
(Pembimbing: ISROLI dan EDJENG SUPRIJATNA).

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara langsung cekaman
panas pada ayam broiler awal periode "starter" terhadap suhu tubuh serta performans
produksi umur 2-3 minggu. Manfaat dari penelitian ini yaitu diperoleh suhu dan lama
pemeliharaan pada awal periode "starter" yang memberi (menghasilkan) performans
produksi terbaik pada ayam broiler periode "starter". Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
14 - 29 Mei 2004 di Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Fakultas Peternakan Universitas
Diponegoro Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor ayam broiler
periode "starter" yang diperoleh dari Bamboe Poultry Shop. Rancangan yang digunakan
adalah rancangan faktorial 4 x 6 dengan Rancangan dasar Acak Lengkap (RAL) model
splitplot in time. Sebagai petak utama ("main plot") adalah beberapa tingkat panas (T) dan
sebagai anak petak ("sub plot") adalah lama waktu pengamatan (W). Temperatur yang diteliti
adalah suhu kamar (TI) sebagai cekaman dingin dan temperatur di atas suhu kamar yaitu
390 C (T2), 410C (T3) dan 430C T4). Pengukuran suhu tubuh, konsumsi ransum, konsumsi
air minum dan bobot badan dilakukan pada jam ke-12, ke-24 dan ke-36 pada periode
cekaman dan setiap minggunya setelah ayam terbebas dari cekaman. Rata-rata suhu tubuh
ayam broiler dengan perlakuan T1, T2, T3 dan T4 berturut-turut adalah 39.970C, 40.280C,
40.920C dan 40.970C. Rata-rata konsumsi ransum ayarn broiler dengan perlakuan TI, T2, T3
dan T4 berturut-turut adalah 48.22 g, 50.41 g, 47.79 g dan 46.51 g. Rata-rata konsumsi air
minum ayam broiler dengan perlakuan TI, T2, T3 dan T4 berturut-turut adalah 84.83 ml,
91.36 mi, 92.59 ml dan 90.57 ml. Rata-rata bobot badan ayam broiler dengan perlakuan TI,
T2, T3 dan T4 berturut-turut adalah 199.80 g, 212.33 g, 201.83 g dan 207.03 g. Kesimpulan
dari penelitian ini adalah ada pengaruh beberapa tingkat cekaman suhu pada awal periode
"starter" terhadap suhu tubuh dan konsumsi air minum ayarn broiler periode "starter". Ada
Pengaruh lama waktu pengamatan terhadap suhu tubuh, konsumsi ransum, konsumsi air
minum dan bobot badan ayarn broiler periode "starter". Ada pengaruh interaksi antara
beberapa tingkat cekaman suhu pada awal periode "starter" dan lama waktu pengamatan
terhadap suhu tubuh, konsumsi air minum dan bobot badan ayam broiler periode "starter".
kata kunci : cekaman, panas, broiler, "starter", suhu tubuh, konsurnsi.


Sumber : http://eprints.undip.ac.id/4525/1/30.pdf

Tidak ada komentar: